Total Tayangan Halaman

Kamis, 03 November 2016

Bagaimana kita bisa membuat jalan cerita yang bagus?


Sebut saja aku Ercil.Ya,aku masih pemula :p tetapi tak ada salahnya berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama. Pertama,hari ini kita membahas "Cara membuat jalan cerita" ,ini yang pertama. Sudah sering yang banyak bertanya.

1. Tidak tergesa gesa menulis

Kalau kau langsung menulis sembari memikir,hasilnya akan PERCUMA! Bagiku,lebih tepat kalau kalian pikirkan dulu. Pernah dengar 'kerangka cerita' ??? Itulah solusi pertama di blog ini. Kalian berpikir dan menyimpan ide kalian di dalam buku dulu,buatlah sampai kerangka cerita kalian sudah sampai THE END cerita lalu membuat tetapi biasanya aku selalu menyisakan beberapa ide karena tidak mungkin kalian hanya menyimpan 1 ide. 

Pasti ketika kalian berjalan jalan bersama keluarga dan mendapat 2 ide sekaligus,catatlah kedua duanya! Itu akan sangat berguna,kau mau memakai kedua duanya atau salah satu darinya juga tak masalah.

2. Buatlah yang masuk akal

Ini sering sekali terjadi pada ceritaku yang pertama,tidak logic sama sekali .Contohnya:

Tiba tiba lampu ruangan mati menyisakan keempat anak yang berada di dalam ruangan tersebut. Salah satu anak di sana mengajak temannya untuk bersembunyi di belakang meja dekat mereka berdiri. Begitu sudah,mereka melihat kedua temannya yang lain,Reika bersama Yakou saling menghadap kemudian berpelukan. Temannya tertawa sendiri.

Tuh,contohnya. Sangat tak logic karena diceritakan bahwa lampu mati artinya gelap kan kemudian mengapa sang teman bisa melihat bahwa Reika dan Yakou saling berpelukan. Sejak itu,aku belajar lagi tentang penulisan sampai cerita dikomen oleh banyak orang. Karena itu,berhati hatilah.

3. Teman sangat dibutuhkan

Terkadang teman bisa sangat membantu cerita yang belum selesai,susah kalau membuat cerita sendirian apalagi penulisannya juga kurang. Untungnya aku ada teman,semua ada-lah (otakku ke mana :v) Atau kau mau partner yang membantu? Kalau kau bingung,kau bisa bertanya ke mereka. Mereka pastinya menjawabnya.

Contoh:

"Kak,kalau membuat cerita apakah perlu ceritaku banyak narasi?"

Maka (kalau aku) menjawab "Yang terpenting tidak banyak dialog tag"

Karena kalau terlalu banyak dialog tag,para pembaca tidak akan tahu apa yang dilakukan karakter yang kalian tuliskan. Mau contoh lagi (eneg gk :v)

4. Yang terakhir,kalian juga harus meminta pelajaran pada partner atau teman kalian yang mengerti penulisan

Bayangkan jika temen kalian tak tahu cara penulisan,hancur sudah :v (maaf) Lebih tepatnya,mereka SANGAT MEMBANTU. Eh aku udah jelasin tadi :v okkk,intinya adalah lebih baik mempelajari kesalahan. Sebenarnya berkat partner yang pintar,aku belajar cara menulis narasi tetapi itu dulu sekarang berbeda.

Caraku mendapat partner (caraku) :

-Memulai pertemanan (tak peduli kenal atau tidak ya mulai saja,itu caraku)

-Sering bertanya

-Meminta ajaran

-bertanya pada yang lain agar pengetahuan semakin bertambah,kalau kau sudah tau (congrats ya :p)

Itu saja,maafkan Ercil yang berusaha melawak tetapi tak lucu sama sekali :v serta penulisan yang salah malah ajarin kalian,sekian terima kasih^^



 

My Study Writing Template by Ipietoon Cute Blog Design